Monday, September 19, 2016

Sejarah Kota Kendari


Berita tertulis pertama tentang kota kendari diperoleh dari tulisan Vosmaer (1839) yang mengunjungi Teluk Kendari untuk pertama kalinya pada 9 mei 1831 dan membuat peta Teluk Kendari. sejak itu, Teluk kendari dikenal dengan nama Vosmaer baai (Teluk Vosmaer).
Pada tahun 1832, vosmaer kembali ke Teluk Kendari mendirikan lodge (Loji atau Kantor Dagang) dan rumah untuk Raja Ranomeeto (Lakina Laiwoi) bernama Tebau. Yang sebelumnya bermukin diwilayah Lepo-Lepo. Sumber inggris (Heeren 1972) menyatakan, para pelayar Bugis dan Bajo melakukan aktivitas perdagangan di teluk kendari dengan penduduk setempat [suku tolaki] yang bermukim di sebelah selatan dan sebelah barat teluk kendari pada akhir abad ke-18.hal ini ditumjukan adanya pemukiman etnis tersebut di sekitar teluk kendari pada awal abad-19.sebagai fungsi kota pelabuhan dapat dikatakan bahwa pada awal abad ke-19, menyusul fungsi kota kendar sebagai kota pusat kerajaan laiwoi pada abad 1832 ketika dibangunnya istana raja disekitar teluk kendari.berdasarkan hal tersebut,lahirnya kota kendari dimulai dengan mengacu pada peristiwa publikasi vosmaer tersebut , sehingga dengan demikian usia kota kendari telah mencapai 184 tahun,meskipun jauh sebelum itu telah ada perkembangan sejarah masyarakat di wilayah kota kendari sekarang ini{Hafid dan Safar;2007}
.
Kota kendari dimasa Pemerintahan Belanda merupakan ibu kota Kewedanan dan ibu kota onder afdeeling Laiwoi dengan luas wilayah pada masa itu kurang lebih 31,420 km2 Sedangkan Pemerintah Kota Kendari terbentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 6 Tahun 1995 yang disahkan pada tanggal 3 Agustus 1995 dengan status kotamadya Daerah Tingkat II Kendari. Sejalan dengan dinamika perkembangan sebagai pusat perdagangan dan perhubungan laut antar pulau, maka kendari terus berkembang menjadi ibu kota Kabupaten dan masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.


Share:

0 comments:

Post a Comment

BTemplates.com

Powered by Blogger.